Blog

Judul Artikel: Review Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Teror Pesugihan yang Bikin Ngakak Sekaligus Merinding!

Tahun 2026 rupanya menjadi tahun yang membahagiakan bagi pecinta horor komedi lokal. Setelah sukses besar dengan pendakian mistis di film pertamanya, sutradara Bayu Eko Moektito (Bayu Skak) kembali membawa kita naik gunung lewat sekuel terbarunya, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.

Film produksi Starvision dan Skak Studios ini awalnya tayang perdana di bioskop pada 27 Mei 2026. Kabar baiknya, bagi kamu yang kelewatan, film ini baru saja mendarat dan bisa ditonton streaming di Netflix sejak 24 September 2026 kemarin. Sebagai penikmat karya Bayu Skak, saya merasa sekuel ini bukan sekadar aji mumpung. Mari kita bedah kenapa komplotan pendaki kocak ini bisa kembali berurusan dengan dunia demit!

Sinopsis Singkat: Niat Reuni, Malah Hampir Jadi Tumbal Pesugihan Cerita bermula saat geng Sekawan Limo kembali berkumpul di acara ulang tahun Angel, putri dari Andrew (Indra Pramujito). Sayangnya, momen yang harusnya bahagia ini berubah jadi mimpi buruk saat mereka menyadari bahwa keluarga Andrew sedang diincar untuk dijadikan tumbal pesugihan yang mengerikan.

Demi menyelamatkan keluarga sahabatnya dan menghentikan kutukan tersebut, Bagas (Bayu Skak), Lenni (Nadya Arina), Dicky (Firza Valaza), dan Juna (Benidictus Siregar) memutuskan menemani Andrew mendaki ke Gunung Klawih. Sialnya, di tengah perjalanan mistis tersebut, Juna justru nyasar dan menghilang ke dalam “dunia demit”!

Horornya Dapet, Komedinya Makin “Pecah”! Menurut saya, Bayu Skak semakin matang meracik formula horor-komedi. Jika di film pertama kita dibuat paranoid dengan aturan “jangan menoleh ke belakang”, di Gunung Klawih kita disuguhkan betapa pekatnya unsur klenik dan mitos pesugihan.

Dialog-dialognya terasa sangat natural, membumi, dan sangat relatable, khususnya bagi penonton yang paham referensi budaya Jawa Timur. Unsur komedinya dieksekusi dengan timing yang pas, memecah ketegangan tepat di saat penonton baru saja dibuat ngeri oleh jumpscare atau penampakan.

Kualitas Akting & Hadirnya Wajah Baru Chemistry persahabatan antar pemain lama jelas sudah tidak perlu diragukan lagi. Celetukan mereka benar-benar terasa seperti tongkrongan kawan sendiri. Yang bikin fresh di sekuel ini adalah hadirnya banyak wajah baru seperti Jihane Almira (sebagai Aruna), Joshua Suherman (Wisang), Brandon Salim (Thomas Richard), hingga penampilan ikonik Cak Kartolo sebagai Dukun Kartolo yang sukses mencuri perhatian penonton.

Kelebihan dan Sedikit Kelemahan Secara sinematografi, Sekawan Limo 2 berhasil menangkap ambience gunung yang indah namun mencekam, terutama saat adegan transisi perpindahan dari dunia nyata ke dunia demit. Film ini juga menyisipkan pesan moral yang bagus tentang bahayanya jalan pintas atau pesugihan, bahwa segala sesuatu butuh proses, tanpa terasa terlalu menggurui.

Hanya saja, menurut opini saya tempo cerita di pertengahan film agak sedikit melambat. Hal ini terjadi karena fokus cerita harus terbagi antara misi mencari Juna yang hilang dan upaya memecahkan misteri kutukan keluarga Andrew. Namun, hal itu terbayar lunas dengan klimaks yang seru di babak akhir.

Kesimpulan (Skor: 8 / 10) Bagi Anda yang butuh tontonan akhir pekan yang bisa membuat teriak kaget lalu tertawa terbahak-bahak di detik berikutnya, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih adalah pilihan yang sangat layak tonton. Mumpung sudah rilis di Netflix, siapkan camilan, dan pastikan nggak nonton sendirian!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *