Ratu Boko, Yogyakarta

Candi Ratu BokoPostingan kali ini kembali melanjutkan cerita tentang liburan di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada waktu yang lalu dan baru sempat untuk ditulis, setelah pada tulisan sebelumnya bercerita mengenai Candi Merak dan Candi Karangnongko yang terletak di kota Klaten, pada tulisan kali ini saya akan sedikit berkisah ke kota tetangga yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Masih seputar mengenai candi, menempuh perjalanan dari pusat kota Klaten ke salah satu candi yang terkenal dan terbesar di Indonesia yaitu Candi Prambanan, mungkin sekitar 30 menit ketika itu perjalanannya. Letak Candi Prambanan sendiri berada di perbatasan antara kota Klaten (Jawa Tengah) dengan Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) .

 Untuk tiket parkir kendaraan roda dua di sana sebesar 3000 rupiah dan untuk kendaraan roda empat sebesar 5000 rupiah. Khusus untuk parkiran kendaraan beroda dua menurut saya sudah sangat baik, tempatnya teduh dan beratap jadi jangan takut bila motor kehujanan serta ada beberapa petugas yang mengawasi di area tersebut. Dari area parkir beroda dua dengan loket tiket cukup jauh, karena area komplek di Candi Prambanan ini begitu luas.

Untuk harga tiketnya ketika itu sejumlah Rp 50.000 per orang dewasa untuk paket Candi Prambanan dan Ratu Boko, sedangkan untuk anak kecil di bawah usia lima tahun tidak dikenakan biaya tiket masuk. Sesuai judul postingan kali ini, saya akan membahas mengenai kunjungan ke Ratu Boko terlebih dahulu. Setelah melewati pintu masuk, tidak jauh dari sana akan ada tempat untuk menunggu mini bus yang akan mengantar pergi pulang ke lokasi tujuan Ratu Boko dan kembali lagi ke Candi Prambanan.

Perjalanan menggunakan mini bus tersebut ke Ratu Boko kurang lebih sekitar 10 menit, letaknya berada di perbukitan. Ratu Boko lebih tepatnya merupakan keraton, yang menurut cerita adalah berupa kerajaan milik raja yang bernama Prabu Boko yang memiliki anak bernama Roro Jonggrang, yang namanya erat dengan kisah pada Candi Prambanan. Areanya sangat luas, jika dari gerbang utama Ratu Boko langsung ke arah kanan, Anda akan menjumpai banyak pekerja yang masih sedang melakukan pemugaran. Dan jika ke sisi kiri akan terdapat candi pembakaran dan sumur suci, yang airnya diambil untuk upacara Tawur Agung.

Lanjut lagi di sisi kiri sumur suci terdapat anak tangga yang mengarah ke bukit kecil yang di atasnya terdapat pendopo yang di dalamnya terdapat sebuah arca. Ratu Boko juga biasa digunakan oleh wisatawan untuk mengabadikan foto pada saat matahari terbenam.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *