Postingan Jalan-Jalan : Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari YogyakartaSetelah beberapa tulisan sebelumnya membahas tentang candi di daerah Yogyakarta dan Klaten, pada tulisan jalan-jalan kali ini, tepatnya perjalanan yang saya lakukan sehari setelah mengunjungi Candi Prambanan dan sekitarnya, saya mencoba ke daerah keraton Yogyakarta yang juga banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Sempat berkeliling di sekitar keraton akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke suatu tempat yang bernama Taman Sari Ngayogyakarta atau juga dikenal dengan nama Istana Air Taman Sari Yogyakarta.

Arsitektur gapura pada pintu masuk Taman Sari cukup menarik dilihat dari bentuk bangunannya, kesan pertama melihatnya sangat membuat saya terkesan karena untuk pertama kalinya juga saya datang ke sana. Dan untuk harga tiket masuknya ketika itu per orangnya senilai 5.000 rupiah plus tambahan 2.000 rupiah untuk biaya izin membawa kamera. Tidak hanya tiket masuk yang saya dapatkan, selain itu saya juga mendapatkan buku panduan mengenai sejarah dan perihal bangunan yang berada di Taman Sari Yogyakarta, benar-benar dapat membantu saya untuk menambah pengetahuan akan informasi serta sejarah pada tempat ini.

Beberapa informasi yang saya baca dari buku panduan tersebut, yaitu :

Taman Sari didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 M, merupakan tempat rekreasi dan kolam pemandian atau pesanggrahan untuk Sultan Yogyakarta dan keluarganya dan juga sebagai lambang kejayaan Raja Mataram. Lokasi Taman Sari ini terletak 500 meter arah barat daya Kraton.

Setelah saya masuk ke Taman Sari terdapat kolam-kolam yang sangat bagus serta dikelilingi oleh arsitektur bangunan kuno yang cukup unik, tempat itu dikenal dengan nama Pasiraman Umbul Binangun. Lokasi tersebut merupakan daerah sebelah selatan pada keseluruhan daerah Taman Sari, konon dahulu pada sisi sebelah barat terdapat danau buatan namun kini telah menjadi pemukiman padat warga setempat. Jika Anda ke sana terdapat beberapa rumah yang menyajikan beberapa kesenian atau kerajinan tangan yang bisa dibeli, salah satunya yaitu batik.

Di Tamansari juga banyak pemandu wisata yang dapat memandu Anda di sana, karena lokasinya yang sebenarnya sangat luas dan berliku-liku karena telah menyatu dengan pemukiman rumah warga setempat, jika sendirian mungkin akan kebingungan lokasi-lokasi mana saja yang dapat dituju setelah keluar dari lokasi Pasiraman Umbul Binangun, salah-salah mungkin Anda malah keluar ke arah pintu keluar menuju parkiran.

Di kawasan Taman Sari juga terdapat lorong-lorong atau terowongan bawah tanah yang cukup menarik, salah satunya yang paling menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah lorong-lorong yang berada di Sumur Gumuling. Konon pada kisah dahulu bangunan tersebut merupakan tempat ibadah atau untuk kepentingan religius. Karena di tempat tersebut terdapat mihrab atau tempat pengimaman. Pada Sumur Gumuling bangunannya berbentuk bulat atau lingkaran yang memiliki dua lantai, berdasarkan informasi yang saya baca dari buku panduan yang saya dapatkan di awal cerita. Tempat tersebut juga merupakan tempat yang sering dijadikan obyek untuk diabadikan dalam bentuk foto, terlihat dari antriannya yang ramai menunggu giliran untuk difoto.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *