Postingan Jalan-Jalan : Candi Prambanan

Candi PrambananTulisan edisi jalan-jalan kali ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang Ratu Boko, jarak dengan postingan sebelumnya memang cukup jauh, harap maklum karena kebiasaan penulis yang terlalu bergantung dengan suasana hati dan butuh penyemangat lebih untuk menulis kembali he he. Sebenarnya perjalanan antara ke Ratu Boko dan Candi Prambanan ini dilakukan pada hari yang sama karena seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, saya membeli tiket masuk terusan yang ketika itu bernilai 50.000 rupiah untuk satu tiket dewasanya (sekitar bulan September 2016, mohon maaf jika saat ini harganya sudah berubah).

Setelah selesai dari kunjungan di Ratu Boko menggunakan mini bus yang disediakan, saya langsung berjalan kembali menuju area Candi Prambanan berada. Menurut data di Wikipedia, Candi Prambanan merupakan kompleks candi dengan latar belakang agama Hindu yang terbesar di Indonesia. Letaknya di antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelusuran saya ketika itu dari pintu masuk utamanya sendiri menuju loketnya juga cukup jauh, ditambah dengan area parkirnya yang luas baik untuk kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat baik mobil pribadi maupun untuk bus berukuran besar sangat memadai.

Meski masih banyak bangunan candi kecil atau candi perwara sebutannya yang belum selesai dipugar tetap tidak menutupi betapa megah dan indahnya Candi Prambanan. Terutama kemegahan 3 candi utamanya yaitu Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu yang berada di sisi barat. Selain terdapat 3 candi utama, juga terdapat 3 buah Candi Wahana yang berada di sisi timur, Candi Apit, Candi Patok dan Candi Kelir.

Untuk benar-benar dapat menikmati di tempat ini sebaiknya menghindari hari-hari libur besar seperti liburan di masa Lebaran atau liburan Natal dan Tahun Baru, karena pasti situasinya padat sekali akan pengunjung yang datang, dan juga di sekitar tangga tiap-tiap candi pasti akan terdapat antrian yang cukup ramai untuk dapat melihat ke dalam candi. Dan jika suasana tidak ramai pastinya Anda juga dapat mengabadikan spot foto yang baik dan nyaman.

Menurut informasi yang saya baca di papan informasi di sekitar candi kala itu, Candi Prambanan dahulu digunakan oleh masyarakat Hindu untuk berdoa dan memuja Dewa Trimurti. Nilai historis tentang Candi Prambanan memang sangat tinggi, tak heran bila tempat ini tidak hanya diminati oleh warga Indonesia ketika berkunjung ke Yogyakarta, tetapi juga banyak dikunjungi oleh turis mancanegara sekalipun. Setelah Anda keluar dari pintu keluar area Candi Prambanan, terdapat jasa kereta mini yang ketika itu untuk menggunakan jasa tersebut senilai 7.500 rupiah untuk 1 tiket dewasanya untuk keliling kompleks Candi Prambanan. Hasil jepretan foto amatiran saya dapat dilihat di photo galerry di bawah ini.

Share this :
Comments
  1. justricky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *