Postingan Jalan-Jalan : Candi Plaosan

Candi PlaosanMelanjutkan postingan jalan-jalan dari tulisan saya sebelumnya di komplek Candi Prambanan, masih di hari yang sama, waktu itu hari sudah menjelang sore. Sebelum menuju perjalanan pulang ke arah Klaten, saya sempatkan dahulu menuju Candi Plaosan yang letaknya tidak terlalu jauh dari komplek Candi Prambanan. Sekitar satu kilometer dari Candi Sewu yang merupakan candi paling utara di area komplek wisata Candi Prambanan, tidak terlalu lama jika ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Cukup menyenangkan ketika perjalanan menuju Candi Plaosan, melewati area atau hamparan sawah dan pemukiman warga desa yang masih tampak asri, hal-hal seperti inilah yang suka membuat saya kangen akan suasana desa. Ketika telah sampai di area Candi Plaosan, meski hari sudah sore ternyata masih banyak wisatawan yang berkunjung di sana, mungkin banyak wisatawan yang sedang mengincar suasana matahari terbenam untuk diabadikan dalam foto. Bahkan ada beberapa turis asing yang saya temui di Candi Prambanan juga berkunjung ke Candi Plaosan. Candi Plaosan sendiri memang salah satu target objek wisata terkenal yang digunakan oleh pengunjung untuk melihat matahari terbenam dan juga untuk proses pemotretan foto-foto pre wedding.

Lokasinya berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Untuk dapat masuk ke Candi Plaosan ketika itu harus membayar senilai 4.000 rupiah saja. Untuk parkir motor beroda dua berada di seberang jalan area candi, yang berada dekat dengan pemukiman warga atau mungkin juga sebenarnya milik warga setempat yang digunakan untuk area parkir motor.

Tepatnya namanya adalah Candi Plaosan Lor yang memiliki area bangunan yang luas, karena tidak jauh dari Candi Plaosan Lor terdapat satu area lagi yang dikenal sebagai Candi Plaosan Kidul, namun sayangnya saya tidak sempat untuk pergi ke sana. Candi Plaosan Lor sendiri juga dikenal sebagai candi kembar. Karena dilihat dari bangunannya terdapat dua candi besar yang merupakan candi utama yang berdiri dengan megah, masing-masing candi utama dikelilingi oleh pagar batu dan 6 candi patok, 58 candi perwara, serta 116 stupa perwara.

Sedikit cerita tentang Candi Plaosan yang saya baca di papan informasi utama, candi yang memiliki latar belakang agama Budha ini dibangun oleh putri raja bernama Pramodhawardhani atau Sri Kahulunan dari dinasti Syailendra pada abad 9 Masehi. Didampingi oleh suaminya Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, seorang raja yang menganut agama Hindu yang telah membangun Candi Prambanan.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *