Perpanjang Pajak STNK (Samsat Bekasi)

Perpanjang Pajak STNK itu ga ribet, yuk sekali-kali mencoba sendiri 8). Pada hari sabtu lalu saya melakukan perpanjangan pajak tahunan untuk motor, waktu itu udah telat 1 hari dari tanggal jatuh tempo, jadi mau ga mau harus nerima nasib bayar denda 😥 , tanpa patah semangat saya pun melaju ke Samsat Bekasi yang letaknya ada didepan persis GOR Bekasi atau sebelahan sama kantor BCA.

Tiba tepat pukul 08.00 WIB, Saat itu kondisi Samsat sudah penuh dengan para pembayar pajak. Lagi-lagi nasib tidak mendapatkan parkiran motor dan harus parkir di luar area Samsat, beruntung saya di arahkan untuk parkir di sebelah kantor BCA yang halamanya lebih luas dari parkiran Samsat, tidak sedikit juga yang parkir pada bahu jalan dengan resiko berurusan dengan DISH*B.

Selesai dengan urusan perparkiran akhirnya saya masuk ke dalam samsat, impresi pertama saya adalah tidak ada yang berubah banyak dari 1 tahun lalu saya memperpanjang pajak motor, masih padat penuh antrian. Kunci utama dalam hal ini adalah kesabaran ;). Hal – hal yang perlu disiapkan :

  1. Fotocopy BPKB kendaraan dan BPKB asli
  2. Fotocopy KTP dan KTP asli.
  3. Fotocopy STNK dan STNK asli

Bagi pembaca yang tidak sempat membawa fotocopyan, pada dibagian belakang ditempat untuk cek fisik terdapat tempat fotocopy, saya terkena biaya 4.000 rupiah. Setelah berkas kelengkapan 1,2, & 3 lengkap , ambil formulir biasa begitu masuk sudah ada pak Polisi yang membagikan jika tidak ada pembaca dapat langsung ke front liner di bagian informasi. Silahkan di isi bagian formulirnya, berikut saya lampirkan contohnya supaya nga bingung.

Samsat Bekasi

 

 

Setelah selesai mengisi formulir, rapikan berkas jadi 1 ( distaples) dengan susunan formulir dibagian belakang, di ikuti fotocopy BPKP, fotocopy STNK, fotocopy KTP dan KTP asli ( untuk KTP asli yang sudah model KTP baru jangan di staples pada KTP-nya, pembaca dapat menggunakan plastik STNK untuk membungkus KTP asli tersebut, karena STNK asli memang harus dikluarkan dari plastiknya untuk memudahkan petugas melakukan pengecekan).

Jika sudah dirasa rapih, langsung di bawa ke loket pengecekan progresif (pengecekan jumlah kepemilikan kendaraan) yang terletak disisi kiri dari pintu masuk, jangan ragu untuk menerobos antrian, karena ini bukan antrian sembako tapi barisan orang yang akan di panggil namanya sesuai KTP. Jadi langsung saja taruh berkas pembaca kedalam loket atau tumpukan berkas yang lain.

Silahkan menunggu sampai nama pembaca dipanggil oleh petugas, untuk pengecekan ini saya dipanggil agak lama. Sambil menunggu saya menfoto beberapa informasi yang ditempelkan di dinding dekat loket pengecekan. Akhirnya nama saya pun di panggil, jika kendaraan pembaca lebih dari satu maka akan dikenai pajak progresif. setelah selesai dari loket pengecekan progresif pembaca langsung naik menuju lantai 2, disini saya sempat kebingungan karena antrian yang tidak rapi dan orang yang begitu banyak. Tidak seperti tahun sebelumnya, saya ternyata harus mengambil no antrian dari mesin antrian yang itu pun juga mengantri hehehe .

Nanti kita akan di kasih 2 potongan kertas no antrian, yang satunya akan diserahkan ke loket perpanjangan berserta berkas kita. Pada tahap ini lagi -lagi harus menunggu giliran untuk dipanggil, jangan heran jika pemanggilanya tidak sesuai dengan no antrian, karena no antrian ini hanya sekedar no untuk pembayaran saja. Siapkan BPKB asli yang akan digunakan ketika kita dipanggil.

Selesai dari loket perpanjangan jangan senang dulu, kita masih harus mengantri lagi untuk melakukan pembayaran. Kira-kira siapkan saja uang tunia 1 juta rupiah untuk cari aman. Penulis pribadi hanya terkena biaya berserta denda kurang lebih 375 ribu rupiah. setelah selesai membayar kita masih harus mengantri ria lagi untuk pengambilan lembar STNK kita dan KTP asli.  Kurang lebih total adalah 1 jam 30 menit untuk perpajangan STNK yang penulis alami.

Perubahan layanan sudah jauh lebih baik dari tahun ke tahun, sudah tidak keliatan calo yang berkeliaran di dalam area Samsat, ruangan kurang dingin jadi disarankan bagi pembaca yang mudah berkeringat tidak mengenakan baju yang tebal. Bagi ibu membawa balita atau lansia disarankan tidak mengikuti antrian, atau meminta kompensasi antrian kepada petugas agara lebih diutamakan. Kurangnya lahan parkir juga belum terlihat perubahannya, tidak ada parkir mobil.

 

Share this :
Comments
  1. Ayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *