Paper Towns (2015)

Paper Towns

Diadaptasi dari novel karya John Green, Paper Towns, pertama kali dipublikasikan pada tahun 2008 dan mulai menjadi favorit pada kalangan remaja di Amerika Serikat hingga menjadi novel best seller. Jake Schreier didapuk sebagai sutradara untuk mengadaptasi novel Paper Towns, dibantu oleh penulis skenario Scott Neustadter dan Michael H. Weber, dua penulis yang sudah bekerja sama dalam film-film drama romance young adult. Sebelumnya mereka berdua telah menulis beberapa film dengan genre drama romansa seperti 500 Days of Summer (2009), The Spectacular Now (2013), dan The Fault in Our Stars (2014).

Menurut cerita dalam film Paper Towns ini, Paper Town atau Kota Kertas diartikan sebagai kota palsu yang sengaja dibuat oleh pembuat peta untuk mencegah salinan pada peta ilegal. Sebuah istilah yang menjadi kata kunci dan menjadi tujuan perjalanan yang penuh teka teki dalam mencari jati diri seseorang yang dicintai. Tokoh utama dalam film Paper Towns ini diperankan oleh Nat Wolff sebagai Quentin Jacobsen dan Cara Delevingne sebagai Margo Roth Spiegelman.

Quentin Jacobsen adalah seorang pemuda yang diam-diam jatuh hati pada tetangga barunya yang bernama Margo Roth Spiegelman, perkenalan mereka terjadi sejak masih anak-anak ketika Margo pindah ke daerah tempat Quentin tinggal. Karakternya sebagai kutu buku yang kikuk dan jauh dari yang namanya pergaulan dan kenakalan anak-anak muda sekolah di tempatnya membuat dirinya sebagai siswa yang biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial.

Berbanding terbalik dengan sang tokoh wanita, Margo Roth Spegelman, seorang gadis yang penuh misteri dan penuh dengan keberanian dengan aksi-aksinya yang bak seorang detektif sejak masih kecil. Mulai beranjak remaja dirinya di sekolah adalah siswi yang terkenal, selalu menjadi bahan pembicaraan publik di lingkungannya dan bahkan banyak siswi yang ingin seperti dirinya. Dan jika berbicara tentang asmara bukan hal yang sulit bagi dirinya untuk mendapatkan perhatian para pemuda di sekolahnya berada. Dan hal inilah yang membuat Quentin semakin jauh dengan Margo, meski tempat mereka tinggal saling berhadapan.

Yang di kemudian hari sebuah misteri pun terjadi dengan meninggalkan petunjuk-petunjuk yang ada untuk menuntun seseorang hingga menemukan apa maksud dari misteri yang dialami. Yang tentunya akan menjadi petualangan dan pengalaman menarik bagi seseorang yang menjalaninya. Paper Towns adalah sebuah film drama romansa remaja yang dari segi cerita dapat dikatakan menarik, masih dalam batas wajar atau layak tonton, tidak lebih. Dari alur perkenalan hingga konflik antar karakter ditampilkan secara sederhana, mungkin Nat Wolff yang kurang dapat memaksimalkan perannya sebagai Quentin Jacobsen, justru berbeda dengan pendukung pria yang menjadi sahabat dekat Quentin, Austin Abrams berperan sebagai Ben, yang terkesan lebih menonjol pada beberapa saat atau adegan. Dan mungkin juga pengenalan karakter Margo yang masih kurang porsinya di film ini, terkesan terlalu terburu-buru untuk segera menuju puncak konflik permasalahan di film ini. Mungkin yang terkesan tidak biasa dari Paper Towns ini adalah endingnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *