The Legend of Tarzan (2016)

Legend TarzanNama Tarzan merupakan tokoh rekaan karya penulis novel asal Amerika Serikat, Edgar Rice Burroughs. Pertama kali karya novelnya dipublikasi pada tahun 1912, dan sejak itu sudah tercatat 24 judul lebih buku yang telah dipublikasikan. Tidak hanya di kalangan novel, nama dengan judul Tarzan telah menjadi waralaba tersendiri dengan kisah-kisahnya yang fenomenal. Secara garis besar mungkin sudah banyak yang mengetahui kehidupan atau sepak terjang Tarzan di hutan rimba serta kisah romansanya dengan seorang wanita bernama Jane, namun seiring berjalannya waktu hingga era modern seperti sekarang tokoh fiksi Tarzan tetap menjadi favorit untuk dijadikan tokoh adaptasi ke dalam cerita televisi, drama panggung, serial atau film animasi, film live action, bahkan ke dalam cerita film dewasa sekalipun.

Di tahun 2016 ini, tokoh rekaan Tarzan kembali muncul ke dalam film live action berjudul The Legend of Tarzan, David Yates dipercayakan sebagai sutradara di film ini, David Yates sendiri merupakan sutradara yang terkenal dengan karyanya dalam empat seri Harry Potter. Untuk naskahnya sendiri The Legend of Tarzan ditulis oleh Adam Cozad (Jack Ryan: Shadow Recruit, 2014) dan Craig Brewer (Black Snake Moan, 2006). Hasilnya cukup menarik, kisahnya tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya, naskahnya dibuat dengan langkah yang agak berbeda dengan tidak mengawali cerita orisinil mengenai siapa itu karakter Tarzan seperti kisah-kisah adaptasi lainnya.

Di film The Legend of Tarzan, Tarzan (diperankan oleh Alexander Skarsgård) telah dikenal sebagai bangsawan asal Inggris yang bernama John Clayton III, seorang Lord Greystoke dan telah menikah dengan wanita bernama Jane Porter (diperankan oleh Margot Robbie), wanita yang telah bertemu dengannya pertama kali di hutan rimba Kongo. Dan seakan tak ingin melupakan kisah aslinya, David Yates bersama tim penulisnya, memiliki cara tersendiri untuk mengingatkan kembali akan kehidupan atau cerita asli tentang siapa itu Tarzan melalui potongan-potongan adegan yang dimunculkan pada beberapa momen cerita.

Sayangnya dari ide ceritanya yang cukup menarik ini, eksekusi terakhirnya terkesan biasa saja dan tidak terlalu mengesankan. Ditambah pengalaman David Yates dalam mengarahkan beberapa film Harry Potter tidak ditularkan ke dalam film The Legend of Tarzan ini, beberapa adegan visual effectnya terlihat tidak begitu istimewa apalagi ketika adegan Tarzan dan teman-temannya dari suku Muviro yang berloncat-loncat di antara pohon-pohon dalam mengejar Jane.

Penampilan Alexander Skarsgård sebagai Tarzan sang raja rimba di film ini sudah cukup baik, namun sayangnya peran yang ia jalin bersama Margot Robbie sebagai Jane Porter, kurang terlihat begitu baik, seakan belum maksimal. The Legend of Tarzan sendiri memiliki beberapa pemeran yang menjanjikan, diantaranya ada Christoph Waltz sebagai Leon Rom, salah satu pemeran antagonis, acting-nya sendiri sudah tak perlu dipertanyakan lagi, karena dia sudah biasa memerankan karakter antagonis di beberapa filmnya dengan begitu baik yang paling terkenal tentunya sebagai Kolonel Hans Landa pada film Inglorious Basterds pada tahun 2009, selain itu ada Samuel L. Jackson sebagai George Washington Williams, salah satu tokoh yang membantu Tarzan dalam menangani kasus perbudakan di negeri Kongo. Dan aktor Djimon Hounsou, yang sebetulnya perannya sebagai kepala suku Mbonga kurang begitu memiliki porsi banyak di film ini dengan segala potensi yang dimiliki oleh Djimon Hounsou.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *