Headshot (2016)

headshot Untuk kesekian kalinya duo sutradara Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto telah bekerja sama dalam membuat film dengan genre thriller, terakhir kali mereka bekerja sama dengan genre tersebut pada film berjudul Killers di tahun 2014 lalu. Di penghujung tahun 2016 ini duet sutradara yang lebih dikenal lewat nama The Mo Brothers sekali lagi menunjukkan karya mereka dengan judul Headshot, kali ini dengan genre aksi laga dan tentunya tetap penuh dengan darah di sepanjang durasi film yang telah menjadi ciri khas film arahan Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto selama ini. Plus adanya dukungan aktor laga ternama Indonesia saat ini, Iko Uwais sebagai aktor utama beserta timnya semakin menambah akan menariknya film ini, wajar bila ada ekspektasi berlebih untuk film ini.

Iko Uwais sendiri karirnya terus menanjak semenjak debut aktingnya pada film Merantau (2009) dan semakin melambungkan namanya lewat film arahan Gareth Evans berjudul The Raid (2011) dan The Raid 2 (2014), hingga dia dapat mencicipi beberapa film hollywood seperti Man of Tai Chi (2013) arahan Keanu Reeves dan Star Wars: The Force Awakens pada tahun lalu. Selain itu Iko juga terkenal dengan acting dalam aksi bertarungnya melalui seni bela diri pencak silat. Bahkan adegan-adegan berbahaya pun berani dia lakukan demi terwujudnya gambar yang baik pada layar. Dan sekali lagi, lewat suguhan film Headshot, Iko Uwais menunjukkan kembali keahliannya di film ini.

Iko Uwais berperan sebagai Ishmael, seorang pria misterius yang diceritakan sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena tidak sadar dan dirawat oleh seorang dokter cantik bernama Ailin yang diperankan oleh aktris muda Chelsea Islan. Dengan segala misteri pada sosok bernama Ishmael ini ditambah dengan hilangnya ingatan pada diri Ishmael semakin menambah kebingungan Ailin akan jati diri pasiennya tersebut, meski hari demi hari justru makin mempererat hubungan mereka berdua yang justru akan mengantar mereka berdua ke arena pembantaian di mana konflik utama pada film ini terjadi.

Timo Tjahjanto merangkap sebagai penulis naskah pada film ini, jika melihat dari ide cerita di film Headshot ini mungkin mirip dengan film luar negeri seperti Kill Bill atau The Bourne tentang hilang ingatan dan misi balas dendamnya. Cukup menarik namun sayangnya hasil eksekusinya tidak sepenuhnya sesuai harapan, ada beberapa bagian yang seharusnya dapat dikembangkan lebih lagi bagian ceritanya seperti hubungan masa lalu antara Ishmael dengan wanita bernama Rika (Julie Estelle) serta hubungan persaudaraan antara Ishmael dengan laki-laki bernama Besi (Very Tri Yulisman). Karena emosi di antara mereka masing-masing pada penyelesaian akhirnya kurang dapat diperlihatkan dengan baik.

Untuk pengambilan gambar di film Headshot sudah cukup baik, meski tetap ada beberapa bagian yang dirasa cukup berlebihan. Salah satu bagian terbaik pengambilan gambar di film Headshot tentunya selain pengambilan gambar pada adegan-adegan bertarungnya yang memang memukau juga ketika pada adegan Ishmael keluar dari dalam bus yang terbakar, benar-benar menarik.

Mungkin untuk urusan adegan bertarung dan adegan berbahaya Iko Uwais tampil dengan luar biasa, namun untuk porsi bagian drama Iko belum dapat tampil lebih baik, penampilannya masih seperti pada dua film The Raid yang selalu datar. Justru acungan jempol kepada aktor Singapura bernama Sunny Pang dalam memerankan tokoh antagonis bernama Lee. Penampilannya yang tenang dan juga bisa tampil bengis, serta kemampuannya menunjukan aksi laga yang hebat merupakan beberapa syarat penting sebagai karakter penjahat besar dalam film dan Sunny Pang berhasil memperlihatkan bagaiman tokoh anatagonis beraksi. Chelsea Islan juga tampil dengan baik di film ini dan bukan hanya sebagai pemanis belaka, keluar dari zona nyamannya selama ini di film-film drama menunjukkan akan kualitasnya di dunia akting.

Share this :
Comments
  1. Jack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *