The Final Girls (2015)

The Final Girls

Film The Final Girls mengusung sub genre horror atau slasher film, disutradarai oleh Todd Strauss-Schulson. Atribut gadis sexy berambut pirang, liburan musim panas, muda mudi, pondok dekat danau, hutan, tokoh antagonis dengan wajah ditutupi topeng dan senjatanya berupa parang, merupakan materi-materi yang biasa diangkat dalam sebuah slasher movie, dan hal-hal tersebut juga turut ditampilkan di film ini. Namun dengan tambahan bumbu komedi serta sedikit ide fantasi untuk mengembangkan alur cerita dalam film, serta tidak lupa dengan adegan kejar-kejarannya yang biasanya berujung maut pada beberapa tokoh karakter.

Didukung oleh Taissa Farmiga berperan sebagai Max Cartwright, pemeran utama dalam film ini, dan Malin Akerman berperan sebagai Amanda Cartwright, ibu dan orang tua tunggal Max, sang mantan aktris film horror terkenal berjudul Camp Bloodbath pada era tahun 1957. Film Camp Bloodbath sendiri adalah film horror bertajuk sama dengan film The Final Girls ini, bercerita tentang pemuda bernama Billy Murphy yang menjadi korban bully oleh sekelompok seniornya di sebuah camp musim panas, yang di kemudian hari melakukan balas dendam melakukan pembantaian ke senior-seniornya.

Alkisah untuk mengenang masa kejayaan film Camp Bloodbath di masa kini, sebuah komunitas mengadakan acara nonton bersama di bioskop dengan mengundang Max Cartwright sebaga tamu kehormatan, karena dia adalah anak dari mendiang Amanda Cartwright yang pernah berperan dalam film horror tersebut. Dan terjadilah kebakaran di dalam bioskop ketika film sedang diputar yang mengakibatkan Max dan kawan-kawannya mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri, sehingga masuk ke layar cinema satu-satunya celah untuk keluar, dan akhirnya dengan ajaib mereka masuk ke dunia film Camp Bloodbath sendiri.

Ide cerita mengenai tokoh nyata masuk ke dunia fiksi dalam sebuah film sebenarnya juga pernah dilakukan seperti dalam film Last Action Hero yang dibintangi oleh aktor Arnold Schwarzenegger. Idenya memang klasik tetapi masih tetap layak untuk dinikmati oleh penggemar fans sub genre slasher film. Karena ketegangan dan kesan horrornya tetap terasa, ditambah beberapa kekonyolan pada beberapa adegan yang kadang dapat meredam kesan horrornya itu sendiri. Plus Taissa Farmiga begitu mencuri perhatian di sini dengan peran utamanya sebagai gadis lugu namun dapat berubah menjadi wanita pemberani menemani beberapa kawannya melawan sang legenda manusia bertopeng.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *