Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)

Fantastic Beasts and Where to Find ThemSudah lima tahun semenjak film yang bercerita tentang petualangan seorang penyihir muda bernama Harry Potter terakhir dirilis, pada pertengahan bulan November tahun ini sebuah film spin-off atau merupakan prekuel dari cerita awal Harry Potter, sejak pertama kali dirilis ke bioskop pada tahun 2001 (Harry Potter and the Sorcerer’s Stone) kembali hadir dengan judul film Fantastic Beasts and Where to Find Them. Tentunya dengan hadirnya film tersebut dapat mengobati rindu para penggemar cerita Harry Potter. Harry Potter sendiri merupakan tokoh fiksi yang dibuat oleh novelis asal Inggris bernama J.K. Rowling. Tak hanya sukses dalam penjualan buku-bukunya, film live action yang pemeran utamanya dibintangi oleh Daniel Radcliffe kurang lebih dalam kurun waktu sepuluh tahun dan menghasilkan delapan judul film itu pun juga sukses di pasaran.

Mirip atau mungkin juga ingin mengikuti jejak trilogi film The Lord of the Rings yang juga sukses dengan memunculkan kembali prekuelnya dalam trilogi film The Hobbit, Fantastic Beasts and Where to Find Them seakan ingin mengulang kesuksesan yang pernah diraih pada film saga Harry Potter sebelumnya, ditambah dengan penggemarnya yang banyak di seluruh dunia bukan tidak mungkin jika film ini akan mendulang sukses kembali.  Apalagi project film Fantastic Beasts and Where to Find Them sudah direncakan hingga sampai 5 seri dan diakhiri pada tahun 2020 mendatang.

Untuk posisi sutradara telah dipercayakan kepada David Yates, sutradara yang telah berpengalaman mengarahkan empat judul film Harry Potter dan menurut kabar David Yates juga yang akan menyutradarai empat film seri berikutnya. Sedangkan untuk urusan naskah, sang penulis novelnya sendiri J.K. Rowling yang bertanggung jawab pada film Fantastic Beasts and Where to Find Them. Hasilnya pada film ini tidak mengecewakan, meski pada beberapa adegan cerita masih terkesan terburu-buru, mengingat durasi film yang hanya 133 menit, untuk pengembangan cerita awal rasanya masih kurang.

Kisah di film ini sendiri merupakan puluhan tahun sebelum kisah Harry Potter mulai sekolah di Hogwarts. Bermula dari kisah seorang zoologist bernama Newt Scamander (yang diperankan oleh aktor peraih Oscar Eddie Redmayne lewat aktingnya dalam film The Theory of Everything) yang memiliki banyak hewan magis dalam koper perjalanannya menuju New York, Amerika Serikat. Dimana dalam masa itu sedang dilanda kondisi politik yang tidak menentu dan menyudutkan para pengguna ilmu sihir oleh para No-maj. No-maj adalah sebutan untuk orang yang tidak memiliki kemampuan ilmu sihir, atau muggle di Inggris disebutnya yang sebelumnya istilah tersebut dikenal pada film Harry Potter.

Hingga salah satu hewan magisnya menyelinap keluar dan membuat repot Newt Scamander dalam pemburuan hewannya kembali. Newt sendiri tidak bertindak sendirian di sini, perkenalannya dengan penyihir wanita bernama Porpentina Goldstein (Katherine Waterston), Queenie Goldstein (Alison Sudol) dan no-maj bernama Jacob Kowalski (Dan Fogler) yang turut membantu Newt menangkap hewan-hewan magisnya kembali ke dalam koper.

Eddie Redmayne bermain sangat baik memerankan tokoh Newt Scamander, tokoh yang karakternya kaku dan sangat tertarik dengan hewan-hewan magis, begitu pun dengan Katherine Waterston yang memerankan seorang penyihir wanita yang juga berperan besar dalam membantu Newt menghadapi tokoh antagonis bernama Percival Graves (Colin Farrell) yang sedang mengincar makhluk magis bernama Obscurial, makhluk yang telah merusak tatanan kota dalam beberapa aksinya. Selain itu juga ada aktor Ezra Miller yang berperan sebagai Credence Barebone, seorang putra dari anggota Second Salemers yang telah menentang eksistensi para pengguna ilmu sihir. Tidak selalu serius dalam sepanjang film, beberapa kali adegannya juga turut dapat mengundang tawa, pelakunya adalah Dan Fogler dengan perannya sebagai Jacob Kowalski yang acap kali tingkah lakunya sangat lucu, apalagi gelak tawanya yang agak konyol dapat memberi suguhan yang cukup menghibur. Dan salah satu keunggulan pada film ini tentunya pada visualisasinya pada cerita yang tampil sangat baik. Fantastic Beasts and Where to Find Them merupakan kisah awal yang sangat baik untuk melanjutkan petualangan-petualangan berikutnya serta memiliki pondasi yang cukup kuat terutama dari jajaran pemainnya yang sangat mendukung.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *