Deadpool – Review

deadpool

Marvel akhirnya merilis film superhero slengean-nya yaitu Deadpool ke layar lebar, diplot dengan rating dewasa diproduksi oleh Twentieth Century Fox, berbeda dengan produksi Marvel Studios yang kebanyakan merilis film-film superheronya dengan rating PG-13. Disutradarai oleh Tim Miller, dengan menargetkan penonton dewasa, dan memang tidak pantas ditonton oleh penonton di bawah umur 17 tahun, banyak menampilkan adegan berdarah-darah, memenggal kepala, dan beberapa adegan hubungan intim. Deadpool sendiri lebih tepat disebut antihero ketimbang superhero, dengan tingkah lakunya yang berbeda 180 derajat dibandingkan superhero kebanyakan, bermulut besar, melakukan aksi-aksi sembarangan ketika melawan musuh-musuhnya, dan tidak memiliki kode etik. Bahkan sampai membuat crew dari X-Men mengejar dia untuk bergabung dengan X-Men supaya dapat lebih mengontrol tingkah laku Deadpool di jalanan.

Deadpool diperankan oleh Ryan Reynolds, sebagai Wade Wilson, mantan anggota pasukan khusus yang berubah haluan menjadi anggota salah satu kelompok pembunuh bayaran. Deadpool sendiri sebelumnya pernah muncul di film X-Men Origins: Wolverine, diperankan oleh orang yang sama, Ryan Reynolds, cuma di film tersebut Deadpool belum menggunakan topeng dan akhirnya memiliki film solo sendiri. Dan berada di timeline yang sama dengan X-Men, karena sama-sama diproduksi oleh Twentieth Century Fox.

Memiliki kekasih bernama Vanessa yang diperankan oleh Morena Baccarin, berkenalan di sebuah bar tempat gank pembunuh-pembunuh bayaran berkumpul, hingga hubungannya dengan Wade Wilson menjadi serius. Sampai suatu saat Wade Wilson didiagnosa memiliki kanker di tubuhnya, membuat Wade putus asa. Dan muncullah seseorang yang menawarkannya penyembuh agar terbebas dari kanker dengan efek samping mutasi pada tubuhnya seperti yang dimiliki superhero-superhero dan dengan syarat menjadi anggota superhero organisasi tersebut.

Banyak menampilkan guyona-guyonan oleh Deadpool dengan mulut besarnya, seperti penyesalan dia ketika dibawa ke ruang operasi agar tidak dikenakan kostum berwarna hijau, sebab Ryan Reynolds sebelumnya pernah menjadi superhero milik DC Comics yaitu Green Lanterns, yang sayangnya film tersebut banyak mendapat kritikan pedas ketimbang pujian, selain itu ada lelucon tentang X-Men dimana di film ini tidak banyak anggota X-Men yang tampil karena masalah dana, dan ketika dia ingin dipertemukan dengan Professor X oleh Colossus, Deadpool mempertanyakan Professor X yang mana, yang dibintangi oleh James McAvoy atau Patrick Stewart, karena masalah timeline yang membingungkan ha ha ha.

Sayangnya Wade Wilson malah dijadikan bahan uji coba mutasi untuk dijadikan tentara superhero bayaran, didalangi oleh Francis atau lebih senang dikenal dengan nama Ajax. Mutasi pada tubuh Wade Wilson pun berhasil, memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri dan tidak dapat mati karena proses penyembuhan dirinya yang cepat. Mengangkat misi balas dendam, Deadpool ditemani oleh dua anggota X-Men, Colossus dan Negasonic Teenage Warhead, bersama-sama membalas dendam kepada Ajax, yang telah membuat dirinya menjadi berwajah buruk. Di film ini lebih banyak didukung oleh adegan-adegan action dan gore plus banyolan-banyolan mulut besar Deadpool yang sering membuat tertawa, untuk menutup alur ceritanya yang masih sederhana.

Share this :
Comments
  1. kadal ijo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *