Candi Merak, Klaten

Candi MerakBeberapa hari meninggalkan aktivitas utama di ibukota demi berkunjung ke sanak saudara yang sudah lama tidak berjumpa di tempat masa kecil saya dulu pernah tinggal, yakni di kota Klaten, Jawa Tengah. Setelah mengistirahatkan tubuh dari rasa lelah akibat perjalanan yang memakan waktu kurang lebihnya selama 9 jam dengan menggunakan jasa transportasi kereta api, saya langsung melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor beroda dua ke desa Karangnongko, Kabupaten Klaten, untuk melihat dua situs cagar budaya berupa candi yang berada di sana yaitu Candi Merak dan Candi Karangnongko.

Perjalanan menggunakan motor dari pusat kota Klaten tepatnya dari arah pemda Klaten ke desa Karangnongko memang cukup jauh, namun suasana perjalanan tidak cepat membuat bosan mengingat udara di dalam pedesaan yang masih segar ketika menuju lokasi, dan area persawahannya yang hijau sangat menarik untuk dipandang.

Sebagai warga yang biasa hidup di daerah ibukota dan sekitarnya mungkin atau pastinya suasana seperti ini akan sangat sulit dijumpai. Mungkin Anda juga bisa berhenti sejenak di tengah perjalanan untuk mengabadikan pemandangan dengan kamera Anda, terutama ke arah dua gunung yang terkenal di daerah Jawa Tengah yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Setelah sampai di Desa Karangnongko, Anda akan menjumpai gapura besar yang bertuliskan “Selamat Datang di Desa Wisata Karangnongko“. Tidak jauh dari gapura tersebut akan terdapat tanda penunjuk arah untuk ke lokasi Candi Merak. Lokasinya tepat di dalam daerah pemukiman warga.

Dahulu ketika saya masih kecil di Candi Merak ini dipagari di sekeliling areanya dan tidak ada yang boleh masuk ke dalamnya. Kini tempat tersebut telah dibuka untuk pengunjung dan sudah banyak perubahan, serta makin cantik dengan penataan tanaman di sekeliling candi, meskipun ketika saya ke sana suasananya masih sepi, mungkin karena belum banyak yang tahu dengan keberadaan Candi Merak ini. Dan tentunya jika Anda berkunjung ke sana wajib menjaga etika dalam berkunjung ke tempat bersejarah, dengan menjaga kebersihan serta jangan merusak benda-benda peninggalan sejarah.

Ketika saya ke sana sepertinya belum selesai dipugar, tampak ada tiga candi pendamping atau candi perwara yang kondisi bentuknya belum utuh, masih berupa pondasi candi. Hanya satu candi induknya yang telah berdiri megah setelah selesai dipugar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Candi Merak ini berlatar belakang atau bercorak agama Hindu dan dibangun sekitar abad VIII – X Masehi oleh kerajaan Mataram Kuno.

Untuk area parkir di lokasi Candi Merak ini, jika menggunakan sepeda motor mungkin tidak terlalu bermasalah, bisa menumpang parkir di dekat pintu gapura Candi Merak. Yang kurang mungkin untuk area parkir kendaraan beroda empat, masih terlalu minim menurut saya.

Candi Merak

Share this :
Comments
  1. crustaceairis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *