Candi Karangnongko, Klaten

Candi KarangnongkoTulisan kali ini merupakan lanjutan dari kunjungan di kota Klaten sebelumnya tentang Candi Merak. Masih berada di Desa Karangnongko, candi kedua yang saya kunjungi ketika pada hari itu adalah Candi Karangnongko. Jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi Candi Merak jika menggunakan sepeda motor. Dekat dengan pabrik susu dan KUD yang sepertinya sudah tidak berfungsi kembali.

Terdapat area persawahan yang begitu luas dan di dalam area persawahan terdapat area candi yang dituju yaitu Candi Karangnongko. Untungnya ada kerabat di dekat sana untuk menitipkan sepeda motor sembari istirahat minum sejenak. Dan mungkin seperti di Candi Merak, minimnya tempat untuk parkir kendaraan sedikit menjadi kesulitan ketika membawa kendaraan pribadi, solusinya ya harus menumpang untuk menitipkan sesaat di dekat rumah warga setempat.

Lanjut ke lokasi dengan menyusuri pematang sawah yang ada dengan mengikuti tanda penunjuk ke arah candi, namun harap berhati-hati ketika berjalan di atas pematang sawah, karena sempit dan licin, jika tidak ingin tergelincir ke sawah he he. Sebab ketika saya ke sana ada beberapa pemudi yang memaksa mengendarai sepeda gowes di atas pematang sawah selepas dari Candi Karangnongko menuju ke luar area persawahan, yang akibatnya hingga jatuh tergelincir, dan saya pun langsung membantu mereka satu-satu untuk naik yang ternyata tanah di sawahnya dalam juga ha ha ada-ada saja.

Candi Karangnongko ini menurut info yang saya gali dari warga dan internet memiliki latar belakang agama Hindu, yang saat ini masih berupa reruntuhan dengan bentuk menyerupai pondasi, berharap segera untuk dipugar agar dapat terlihat megah kembali seperti Candi Merak. Saya sendiri belum mendapatkan info yang pasti dan jelas mengenai keberadaan Candi Karangnongko ini. Ada yang mengatakan candi tersebut masih ada kaitannya dengan Candi Merak.

Di dekat Candi Karangnongko tepatnya dengan menyusuri kembali jalan menuju ke bawah dari luar area pagar candi akan terdapat berupa sumur atau seperti kolam kelihatannya yang menurut warga sekitar bernama Sumur Bandung, dan masih katanya sumur tersebut ada kaitannya dengan cerita tokoh Bandung Bondowoso, entahlah masih berupa cerita rakyat. Sebelumnya terakhir saya berkunjung ke Sumur Bandung ini terdapat mata air yang jernih, dan belum banyak lumut hijau di dalamnya seperti saat ini serta kedalaman airnya menurut saya sudah jauh berkurang tidak seperti dulu. Sumur itu sendiri dulu banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mencuci pakaian dan mandi untuk anak-anak kecil karena kejernihannya yang terus mengalir.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *