Beyond the Memories / Kiyoku Yawaku (2013)

Beyond the MemoriesMengadaptasi dari kisah dalam serial manga Jepang karya Ryo Ikuemi dengan judul yang sama, Kiyoku Yawaku, rilis pertama kali pada tahun 2004 hingga meraih penghargaan Kodansha Manga Award pada tahun 2009. Yang kemudian pada tahun 2013 lalu diangkat ke dalam versi live action dengan judul internasionalnya Beyond the Memories. Film Beyond the Memories ini sendiri diangkat berdasarkan episode terakhir dalam manga Kiyoku Yawaku yang berjudul Kanna Story. Disutradarai oleh Takehiko Shinjo serta ditulis kembali oleh Sachiko Tanaka dan Satomi Oshima. Menghasilkan film drama yang sangat kental dengan kisah romantis, dimana rasa haru dan pilu hampir menyelimuti separuh jalannya cerita, namun tetap diiringi dengan nuansa yang bahagia demi membangkitkan cerita dalam film.

Dibintangi oleh aktris ternama Jepang, Masami Nagasawa sebagai Kanna Seto, seorang wanita yang memiliki kenangan masa lalu yang menyakitkan hatinya sampai menyebabkan dirinya menanggung rasa bersalah hingga dia beranjak dewasa. Bahkan untuk menghapus rasa bersalah yang terus berada di ingatannya, Kanna harus menempuh langkah dengan meninggalkan daerah tempat dia tinggal. Sampai dia bertemu dengan tokoh bernama Roku Akazawa yang diperankan oleh Masaki Okada, yang pada mulanya sedikit dapat mengobati hatinya yang dirundung kesedihan.

Roku Akazawa adalah tokoh pria yang memiliki perasaan yang mirip dengan Kanna Seto, sama-sama memiliki perasaan bersalah juga pada masa lalunya yang tak dapat dihapus dari ingatan, meskipun kejadian yang dialami oleh masing-masing mereka berdua sudah dilewati bertahun-tahun lamanya. Perkenalan mereka pun juga terjadi secara tidak sengaja, layaknya kisah-kisah dalam drama roman picisan. Meskipun memiliki kenangan masa lalu yang berbeda dan tidak menyenangkan, perkenalan mereka membuat hubungan di antara keduanya dapat saling mengisi dan mengobati rasa sakit akan kenangan di masa lalu.

Chemistry yang dikembangkan oleh Masami Nagasawa dan Masaki Okada dalam memerankan karakter mereka masing-masing pun terjalin dengan sangat baik, baik ketika dalam scene berbagi kesedihan maupun dalam adegan dengan suasana yang bahagia, yang sesekali dibumbui dengan nuansa comedy. Meski tempo cerita yang disajikan begitu lambat layaknya khas drama-drama pada film Jepang, tidak membuat film ini terasa membosankan, yang terjadi justru sebaliknya, merupakan hasil yang baik dari sang sutradara Takehiko Shinjo.

Salah satu keunggulan dalam film Beyond the Memories ini selain alur ceritanya romansanya yang memang manis, juga terletak pada kisah karakter-karakter pendukungnya, baik dalam cerita solo Kanna Seto maupun dalam kisah solo Roku Akazawa demi mendalami cerita masing-masing tokoh utamanya, yang dijelaskan secara detail. Meskipun juga terdapat konflik-konflik kecil di dalam cerita, namun tidak terlalu memiliki efek besar pada keseluruhan cerita, bukanlah sesuatu yang buruk.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *